Potret Otonomi Daerah Dan Wakil Rakyat Di Tingkat Lokal – Lili Romli
Detail Produk
Mengupas Tuntas Polemik Desentralisasi: Buku Potret Otonomi Daerah Dan Wakil Rakyat Di Tingkat Lokal karya Lili Romli
Pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia masih menyisakan banyak catatan merah. Alih-alih membawa kesejahteraan merata, sistem desentralisasi sering kali tersandera oleh kepentingan politik praktis di tingkat daerah. Mengapa fenomena ini bisa terjadi? Bagaimana potret nyata kinerja para wakil rakyat kita di daerah?
Buku Potret Otonomi Daerah Dan Wakil Rakyat Di Tingkat Lokal karya Lili Romli hadir sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kritis tersebut. Diterbitkan oleh Pustaka Pelajar, buku ini membedah secara tajam, jujur, dan akademis mengenai realitas politik kontemporer di tingkat lokal.
4 Isu Krusial yang Dibahas dalam Buku Ini
Lili Romli memetakan empat masalah fundamental yang menjadi penghambat utama jalannya roda desentralisasi di Indonesia:
1. Konflik Pilkada Langsung dan Praktik Politik Uang
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung sejatinya bertujuan untuk melahirkan pemimpin yang akuntabel. Namun, buku ini menyoroti bagaimana realitas di lapangan justru masih diwarnai oleh konflik horizontal yang rawan, maraknya money politics (politik uang), serta kecenderungan masyarakat pemilih yang belum kritis dalam menentukan pemimpin masa depan mereka.
2. Kinerja DPRD yang Masih Rendah
Sebagai representasi rakyat di daerah, peran DPRD dinilai belum optimal. Penulis mengevaluasi secara mendalam lemahnya performa wakil rakyat dalam menjalankan tiga fungsi utamanya:
-
Fungsi Legislasi: Pembuatan peraturan daerah (perda) yang sering kali tidak tepat sasaran.
-
Fungsi Penganggaran: Penyusunan APBD yang kurang memihak pada kepentingan publik.
-
Fungsi Pengawasan: Lemahnya kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan eksekutif lokal.
3. Hambatan Penyerahan Kewenangan dari Pusat
Esensi utama desentralisasi adalah pembagian urusan pemerintahan. Sayangnya, buku ini menganalisis adanya ketersendatan dalam distribusi kekuasaan dan urusan pemerintahan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Akibatnya, otonomi daerah sering kali macet di tingkat regulasi dan aplikasi lapangan.
4. Birokrasi Lokal yang Amburadul
Buku ini membedah carut-marutnya manajemen dan tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah. Kurangnya netralitas birokrasi membuat para aparatur daerah rentan terjebak dalam lingkaran kepentingan politik lokal dan sistem patronase yang merusak profesionalisme kerja.
Mengapa Buku Ini Wajib Anda Baca?
Bagi mahasiswa ilmu politik, dosen, peneliti, praktisi hukum, maupun masyarakat awam yang peduli terhadap masa depan daerahnya, buku ini menyediakan pisau analisis yang objektif berdasarkan fakta empiris di lapangan.
📑 Spesifikasi Lengkap Buku
Guna memastikan Anda mendapatkan produk yang asli dan berkualitas, berikut detail spesifikasi fisik dan data publikasi buku ini:
| Atribut Produk | Informasi Spesifikasi |
| Judul Buku | Potret Otonomi Daerah Dan Wakil Rakyat Di Tingkat Lokal |
| Penulis | Lili Romli |
| Penerbit / Merek | Pustaka Pelajar |
| Bahasa | Indonesia |
| ISBN | 9789791277464 |
| Kategori | Buku Politik, Hukum & Pemerintahan |
🛒 Segera Checkout, Stok Sangat Terbatas!
Buku bertema analisis politik lokal berkualitas seperti ini selalu menjadi buruan utama para akademisi dan mahasiswa menjelang semester baru atau masa riset. Jangan sampai kehabisan referensi terbaik untuk menyusun skripsi, tesis, atau jurnal Anda.
Buku Potret Otonomi Daerah Dan Wakil Rakyat Di Tingkat Lokal terbitan Pustaka Pelajar (ISBN: 9789791277464) jaminan 100% original.
Klik tombol di bawah ini untuk mengamankan buku Anda sekarang juga!
[ 🛍️ ORDER SEKARANG VIA SHOPEE ]
Temukan juga koleksi buku lainnya disini
Buku Lili Romli, Pustaka Pelajar, Kinerja DPRD, Masalah Otonomi Daerah
